Jadi Tersangka Suap, Aa Umbara Dirawat di Rumah Sakit, Anaknya Belum Jelas

Dua tersangka kasus korupsi dana bansos Covid 19 yang juga ayah dan anak Aa Umbara Sutisna dan Andri Wibawa dikabarkan sakit. Bupati Bandung Barat itu saat ini sedang dirawat di RS Advent, Jalan Cihampelas, Kota Bandung. "Iya betul. Aa Umbara Bupati Bandung Barat memang dirawat di tempat kami," kata Kasubbag Humas RS Advent, Indra Rantung saat dihubungi via ponselnya, Jumat (2/4/2021).

Aa Umbara disangkakan Pasal 12 huruf i soal korupsi konflik kepentingan, Pasal 12 huruf B soal suap. Anaknya, Andri Wibawa juga turut ditetapkan tersangka bersama pengusaha, Totoh Gunawan. "Beliau masuk ke rumah sakit kemarin Kamis (1/4/2021). Soal sakitnya apa tidak bisa kami ungkap karena itu bagian dari hak pasien," ucap Indra.

KPK mengumumkan penetapan tersangka Aa Umbara dan dua tersangka lainnya. Dari tiga tersangka, baru Totoh Gunawan yang ditahan. KPK menerima informasi bahwa Aa Umbara dan anaknya sakit.

Disinggung soal Andri Wibawa yang juga dikabarkan sakit, Indra Rantung belum bisa mengkonfirmasinya. "Sejauh ini yang saya tahu baru Aa Umbara yang memang dirawat di sini," kata. Kepastian Aa Umbara dirawat di RS Advent sekaligus menepis ihwal Aa Umbara sudah ditangkap KPK pada kemarin malam.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap pengadaan barang tanggap darurat bencana Covid 19 pada Dinas Sosial KBB Tahun 2020. Kasus tersebut turut menyeret nama Andri Wibawa, yang tak lain adalah anak Aa Umbara, dan M Totoh Gunawan sebagai pemilih CV SSGCL (Sentral Sayuran Garden City Lembang) dan PT JDG (Jagat Dir Gantara). Di samping itu, yang menjadi sorotan adalah komentar warganet di postingan terbaru akun Instagram Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan.

Hengky Kurniawan memposting foto dirinya ketika masih muda dengan setelan hitam dan rambut gondrong yang khas. "Pernah gondrong pada jamanya…yang mau bully silahkan #jumatberkah" tulis Hengky pada caption nya. Dalam postingan tersebut, total terdapat 234 komentar dan jamak warganet yang mengatakan dan mendukung Hengky menjadi Bupati Bandung Barat.

"Wilujeng naik pangkat Pak," tulis akun @dika.isk, Jumat (2/4/2021). "Mantul Pak Bupati," timpal akun @agus_s._Hidayat. "Pak sekarang jadi bupati bukan wakil lg. Selamat, jangan buat warga Bandung Barat kecewa ya pak ," ujar akun @gugun_alghifari dalam kolom komentar.

Aa Umbara tersangka. Bupati Bandung Barat itu ditetapkan oleh KPK menjadi tersangka terkait dugaan korupsi Pengadaan Barang Tanggap Darurat Bencana Pandemi Covid 19 pada Dinas Sosial Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020. Hal tersebut resmi disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers, Kamis (1/4/2021). Aa Umbara punya jejak karier yang sudah malang melintang di dunia politik.

Pada 20 September 2018, ia berpasangan dengan Hengky Kurniawan untuk mengemban jabatan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat periode 2018 2023. Sebelum menjadi Bupati, Aa Umbara pernah menjadi anggota legislatif. Menurut Kompas, pria kelahiran Bandung 7 Februari 1963 tersebut pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Bandung.

Pada jabatan itu, Aa Umbara menjgembang tugas sebagai Ketua Komisi C periode 2004 2009. Berikutnya, Aa Umbara juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) selama dua periode, tepatnya pada 2009 2014 dan 2014 2018. Aa Umbara menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Lembang, tepatnya di SD Cikahuripan 1 Lembang pada 1976 dan SMP Negeri 1 Lembang pada 1980.

Di jenjang pendidikan tinggi, ia pernah menempuh kuliah di ilmu pemerintahan, Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) pada 2013. Berdasarkan laman resmi Pemerintah Kabupaten Bandung Barat di bandungbaratkab.go.id, ia juga pernah meraih penghargaan Honorary Police pada 2009. Baru saja KPK menetapkan Aa Umbara tersangka menjadi tersangka kasus dugaan korupsi bantuan sosial Covid 19 (Bansos Covid 19), Kamis (1/4/2021).

KPK mengumukan Bupati Bandung Barat Aa Umbara menjadi tersangka kasus dugaan korupsi Bansos Covid 19 berserta anaknya Andi Wibawa. Keduanya sudah dipanggil untuk hadir ke gedung KPK dalam rilis penetapan tersangka dugaan korupsi bantuan sosial Covid 19 (Bansos Covid 19) Kabupaten Bandung Barat. Namun keduanya tak bisa hadir. KPK mendapatkan konfirmasi keduanya tak bisa hadir karena sakit.

KPK meminta Aa Umbara dan Andi Wibawa untuk hadir dan kooperatif. KPK akan menjadwal ulang pemanggilan Aa Umbara dan Andi Wibawa. Kabag Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bandung Barat, Asep Sudiro, mengonfirmasi kedatangan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke rumah pribadi Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, dan Kantor Pemkab KBB, Selasa (16/3/2021).

Asep Sudiro mengatakan, penyidik lembaga antirasuah itu mencari bukti atas dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Aa Umbara Sutisna dan anaknya Andri Wibawa. "Mungkin saja mereka (pihak KPK) melakukan penggeledahan atas dugaan tindak pidana korupsi yang saat ini sedang ramai diperbincangkan," kata Asep Sudirosaat di konfirmasi melalui telepon, Rabu (17/3/2021). Asep mengatakan, penggeledahan dilakukan dengan memeriksa barang bukti yang ada, baik di rumah pribadi bupati dan Kantor Pemkab KBB.

"Kedatangan KPK mungkin saja karena barang bukti yang ingin dicari di sana sesuai dengan sprindik mereka. Masalah hasil penggeledahan itu bukan ranahnya kami dan saya tidak bisa memberitahukan" kata dia. Dia menambahkan, penggeledahan yang dilakukan KPK di kantor pemkab berlangsung beberapa jam. Terdapat beberapa bagian dinas yang digeledah, seperti Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang (PUPR) dan bagian hukum yang berlangsung kurang lebih sejam.

Saat tengah terjadi penggeledahan, Asep dan bupati sedang berada di Dusun Bambu Lembang. "Ketika terjadi penggeledahan itu, kebetulan Pak Bupati dan saya sendiri beserta sekda sedang ada kegiatan di luar, bertemu dengan kejaksaan negeri," ujarnya. Asep mengatakan, pihaknya senantiasa menghormati segala hal yang dilakukan pihak KPK yang lebih bertanggung jawab terkait dugaan tindak pidana korupsi di KBB.

Menurutnya masyarakat hanya menunggu putusan KPK mengenai kasus yang ditangani. "Tidak perlu ada spekulasi, asumsi, dan opini tentang kasus dugaan tersebut. Nanti pun hasilnya pasti akan diumumkan mereka," ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.