Meggy Wulandari Akui Sempat Tutupi Ejekan Netizen soal Putrinya yang Disebut Mirip Kiwil

Putri Meggy Wulandari dan Kiwil, Meisya, sempat mencuri perhatian publik. Meisya menjadi perbincangan lantaran curhatan sang ibu di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, Meggy menceritakan kesedihan sang putri karena kerap di bully dan disebut mirip sang ayah oleh warganet.

Meggy menambahkan, hal membuat Meisya sedih dan menangis. Mantan istri kedua Kiwil itu akhirnya angkat bicara terkait amarah sang anak. Rupanya, Meisya tak suka disebut mirip Kiwil, hal tersebut membuatnya marah.

Awalnya, Meggy sempat menutupi hal tersebut dari sang putri. Namun, Meisya mulai mengetahui jika banyak netizen yang mem bully dirinya usai meng instal aplikasi TikTok. "Dia lihat di akun TikTok nya. Nah aku bilang 'Mei nggak boleh, nggak usah baca baca komen'."

"Ternyata dia bikin sendiri nggak bilang, nah dari situ dia mulai ngintip ngintipin TikTok mamanya kan." "Terus dia baca satu satu ternyata, aku udah bilang berkali kali nggak usah di baca, biarin aja." "'Ya aku kan nggak kaya mama, kalo mama biasa. Aku nggak biasa buat aku' gitu."

"Nggak Meisya nggak suami aku, awalnya agak bermasalah juga sama komen komen netizen," ujar Meggy. Hal itu diungkapkan Meggy Wulandari dalam tayangan kanal YouTube Brownis di Trans TV pada Rabu (2/6/2021). Tak hanya itu, Meggy Wulandari juga sempat sedikit cekcok dengan sang suami.

Bagi Meggy Wulandari hal itu merupakan risiko menjadi seorang publik figure. "Aku bilang, 'yank risiko istri kamu selebritis itu risiko akan ada omongan apa ya terserah mereka'." "Bahkan, ada yang lebih parah lagi keluar kata kata kotor gitu ya, aku bilang 'biarin aja, ya kamu biasa aku nggak biasa'."

'Ya nanti kan lama lama biasa udah biarin aja' kalo diladenin gk akan ada habisnya," ujar Meggy Wulandari. Dari situ menurut Meggy Wulandari, Meisya mulai marah. Bahkan, diketahui Meisya sempat mencurahkan keresahannya secara langsung lantaran Meggy Wulandari juga di bully netizen.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.